Minggu, 21 Agustus 2011

about this blog

blog ini ada  copastnya dan saya kadang2 lupa mencantumkan sumbernya , maaf

...isinya tentang materi materi buat sekolah ...

Selasa, 16 Agustus 2011

Asam, Basa dan Garam

Asam
Asam itu asal ya dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.
No    Nama asam        Terdapat dalam
1.    Asam asetat        Larutan cuka
2.    Asam askorbat        Jeruk,tomat,sayuran
3.     Asam sitrat        Jeruk
4.     Asam tanat        Teh
5.     Asam karbonat        Minuman berkarbonasi
6.     Asam klorida        Lambung
7.     Asam nitrat        Pupuk,peledak (TNT)
8.    Asam laktat        Susu yang difermentasikan
9.     Asam sulfat        Baterai mobil,pupuk
10.    Asam benzoat        bahan pengawet makanan
1. Sifat asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
a.    Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
b.    Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
c.    Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
d.    Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
e.    Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai
berikut.
•    Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
•    Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
f.    Menghantarkan arus listrik.
g.    Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.
Pengelompokan asam
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a.    Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
b.    Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya terionisasi sebagian).
Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari kita lho, contohnya    adalah sebagai berikut:
a.    Proses dalam pembuatan pupuk
b.    Proses dalam Pembuatan obat-obatan
c.    Pembersih permukaan logam
d.    Proses pembuatan Bahan peledak
e.    Proses pembuatan Pengawet makanan
Basa
Basa kalu menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan  asam (H+) dan menghasilkan air (H20).
Inilah Beberapa basa yang sudah dikenal oleh manusia yang dapat dilihat pada tabel berikut
No    Nama asam        Terdapat dalam
1.     Aluminium hidroksida    Deodoran dan antasida
2.     Kalsium hidroksida    Mortar dan plester
3.    Magnesium hidroksida    Obat urus-urus dan antasida
4.    Natrium hidroksida    Bahan sabun
Karakteristik basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.
a.    Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
b.    Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH”.
c.    Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
d.      Bersifat elektrolit.
e.      Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai berikut.
•    Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
•    Lakmus biru -> tetap berwarna biru
f.      Menetralkan sifat asam.
Pengelompokan basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH”, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
a.    Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contohnya kayak Natrium hidroksida, Kalium hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
b.    Sedangkan Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH” dalam jumlah kecil.Contohnya kayak ammonia.
Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari
a.    Bahan dalam pembuatan semen.
b.    Pembuatan deterjen/sabun.
c.    Baking soda dalam pembuatan kue.
Garam
Garam ialah zat senyawa yang telah disusun oleh ion positif (anion) basa dan ion negatif (kation) asam. Jika asam dan basa tepat habis bereaksi maka reaksinya disebut reaksi penetralan (reaksi netralisasi).
Beberapa contoh garam yang dikenal orang sebagai berikut.
NO    Nama garam         Rumus        Nama dagang        manfaat
1.    Natrium klorida        NaCI        Garam dapur        Penamabah rasa makanan
2.    Natrium bikarbonat  NaHCO3    baking soda        Pengembang kue
3.    Kalsium karbonat    CaCO3        kalsit                  Cat tembok dan bahan karet
4.     Kalsium nitrat        KNO3         Saltpeter              Pupuk dan bahan peledak
5.    Kalsium karbonat    K2CO3        Potash                 Sabun dan kaca
6.     Natrium posfat       Na3PO4        TSP                     Deterjen
7.    Amonium klorida      NH4CI        Salmiak            Baterai kering
Berikut ini ragam indikator.
1.    Indikator alami (terbuat dari zat warna alami tumbuhah)
Indikator alami hanya bisa menunjukkan apakah zat tersebut bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat menunjukan nilai pH-nya. Contohnya kayak Ekstrak bunga mawar. Ekstrak kembang sepatu. Ekstrak kunyit. Ekstrak temulawak. Ekstrak wortel. Ekstrak kol (kubis) merah. Tanaman Hydrangea

Indikator sintetis yang umum ini digunakan di laboratorium adalah:
a.  Kertas lakmus. Indikator lakmus tidak dapat menunjukkan nilai pH, tetapi hanya mengidentlfikasikan apakah suatu zat bersifat basa atau asam. Jika lakmus berwarna merah berarti zat bersifat asam dan jika lakmus berwarna biru berarti lakmus bersifat basa.

b. Indikator sintesis, yang memiliki kisaran nilai pH adalah:
Nama indikator        trayek pH    Perubahan warna
1. fenolftalein (pp)      8,3-10         tak berwarna-merah muda
2. Metil orange(Mo)     3,2-4,4        Merah-kuning
3. Metil merah (Mm)    4,8-6,0        Merah-kuning
4. Bromtimol biru (Bb)  6,0-7,6        Kuning-biru
5. Metil biru (Mb)         10,6-13,4     Biru-ungu
Indikator universal, yakni indikator yang punya warna standar yang berbeda untuk setiap nilai pH 1 - 14. Fungsi indikator universal adalah untuk memeriksa derajat keasaman (pH) suatu zat secara akurat. Mat yang termasuk indikator universal adalah pH meter yang menghasilkan data pembacaan indikator secara digital.

Berikut ini adalah karakteristik dari garam.
1.    Memiliki titik lebur yang tinggi.
2.    Merupakan senyawa ionik dengan ikatan kuat.
3.    Dalam bentuk leburan atau larutan dapat menghantarkan listrik.
4.    Sifat larutannya dapat berupa asam, basa, atau netral. Sifat ini tergantung dari jenis asam/basa kuat pembentuknya.
Secara umum, proses pembentukan garam dirumuskan sebagai berikut.
Asam + Basa -> Garam + Air
Contoh:
2Cu (s)    + 2HCI                   2CuCI         H2
(logam tembaga) + (asam klorida encer) -> tembaga klorida + (gas hidrogen)
Reaksi kimia lain yang dapat menghasilkan garam adalah:
1.Asam                + Basa                 menghasilkan garam + air
2.Basa                 + Oksida asam    menghasilkan garam + air
3.Asam                + Oksida basa     menghasilkan garam + air
4.Oksida asam    + Oksida basa      Menghasilkan garam
5.Logam              + Asam                menghasilkan garam menghasilkan garam + H2
Indikator, Skala Keasaman dan Kebasaan
Indikator adalah senyawa kompleks yang bisa bereaksi dengan asam dan basa. Indikator digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu zat bersifat asam atau basa. Selain itu, indikator juga digunakan untuk mengetahui titik tingkat kekuatan asam atau basa. Skala keasaman dan kebasaan ditunjukkan oleh besar-kecilnya nilai pH yang skalanya dari 0 sampai dengan 14. Semakin kecil nilai pH maka senyawa tersebut semakin asam. Sebaliknya, semakin besar nilai pH maka senyawa tersebut semakin bersifat basa.
Indikator dapat terbuat dari zat warna alami tanaman atau dibuat secara sintetis di laboratorium. Syarat dapat atau tidaknya suatu zat dijadikan indikator asam-basa adalah bisa terjadi perubahan warna apabila suatu indikator diteteskan pada larutan asam atau bas

Larutan elektrolit dan non elektrolit


A. Apakah Larutan Itu?

Larutan adalah campuran yang bersifat homogen atau serbasama. Jika Anda melarutkan 2 sendok makan gula putih (pasir) ke dalam segelas air, maka Anda telah mendapatkan larutan gula.
Pada tahun 1884, Svante Arrhenius, ahli kimia terkenal dari Swedia mengemukakan teori elektrolit yang sampai saat ini teori tersebut tetap bertahan padahal ia hampir saja tidak diberikan gelar doktornya di Universitas Upsala, Swedia, karena mengungkapkan teori ini. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dalam air terdisosiasi ke dalam partikel-partikel bermuatan listrik positif dan negatif yang disebut ion (ion positif dan ion negatif) Jumlah muatan ion positif akan sama dengan jumlah muatan ion negatif, sehingga muatan ion-ion dalam larutan netral. Ion-ion inilah yang bertugas mengahantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit.
Larutan ini memberikan gejala berupa menyalanya lampu atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Michael Faraday, diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami oksidasi. Contoh, pada laruutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
HCl(aq)→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi : 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → Cl2(g) + 2e-
Larutan elektrolit terbagi menjadi 2 macam, yaitu elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah
Pada larutan elektrolit kuat, seluruh molekulnya terurai menjadi ion-ion (terionisasi sempurna). Karena banyak ion yang dapat menghantarkan arus listrik, maka daya hantarnya kuat. pada persamaan reaksi, ionisasi elektrolit kuat ditandai dengan anak panah satu arah ke kanan.
Contoh :
NaCl(s) → Na+ (aq) + Cl- (aq)

Contoh larutan elektrolit kuat :
Asam, contohnya asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3), asam klorida (HCl)
Basa, contohnya natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba(OH)2)
Garam, hampir semua senyawa kecuali garam merkuri
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).
Contoh :
CH3COOH(aq) ↔ CH3COO- (aq) + H+ (aq)
Contoh senyawa yang termasuk elektrolit lemah :
CH3COOH, HCOOH, HF, H2CO3, dan NH4OH
Larutan elektrolit dapat bersumber dari senyawa ion (senyawa yang mempunyai ikatan ion) atau senyawa kovalen polar (senyawa yang mempunyai ikatan kovalen polar)
Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dan tidak menimbulkan gelembung gas. Pada larutan non elektrolit, molekul-molekulnya tidak terionisasi dalam larutan, sehingga tidak ada ion yang bermuatanyang dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh : larutan gula, urea

B. Perbedaan Larutan Berdasarkan 
     Daya Hantar Listrik

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi 2 golongan yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Sedangkan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah sesuai skema penggolongan berikut.




Bagaimanakah Anda dapat dengan mudah mengelompokkan larutan ke dalam elektrolit kuat, elektrolit lemah ataupun non elektrolit?

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.

Elektrolit Kuat

- terionisasi sempurna
- menghantarkan arus listrik
- lampu menyala terang
- terdapat gelembung gas

Larutan elektrolit kuat dapat berupa :
Asam Kuat : HCl, H2SO4, HNO3, HClO4
Basa Kuat : NaOH, KOH, Ca(OH)2
Garam : NaCl, K2SO4, CaCl2
Garam adalah senyawa yang terbentuk dari sisa asam dan basa dengan reaksi sebagai berikut :

Asam + Basa ---> Garam + H2O misal,

2HCl + Ca(OH)2 ---> CaCl2 + 2H2O

dari reaksi di atas terlihat garam tersusun dari gabungan Cl- sebagai ion negatif (anion) dan Ca2+ sebagai ion positif (kation), contoh ion2 lain yang dapat membentuk garam yakni :

Kation : Na+, L+, K+, Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+, NH4+
Anion : Cl-, Br-, I-, SO
42-, NO3-, ClO4-, HSO-, CO32-, HCO32-

sebagai contoh garam yang dapat terbentuk dari gabungan kation dan anion di atas antaralain :


Penggabungan ion2 di atas berdarkan prinsip KPK yang kita pelajari sewaktu di SD....sebagai contoh muatan Mg adalah +2 sedangkan Br adalah -1 agar seimbang Mg cukup sebuah sedangkan Br nya dua buah sehingga menjadi MgBr2. Saat terurai Br tidak menjadi Br2 namun kembali ke bentuk semula Br sebanyak dua buah.

Elektrolit Lemah

- terionisasi sebagian
- menghantarkan arus listrik
- lampu menyala redup
- terdapat gelembung gas

Daya hantarnya buruk dan memiliki derajat ionisasi (kemampuan mengurai menjadi ion2nya) kecil. Makin sedikit yang terionisasi, makin lemah elektrolit tersebut. Dalam persamaan reaksi ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik) artinya reaksi berjadal dua arah...di satu sisi terjadi peruraian dan di sisi lain terbentuk kembali ke bentuk senyawa mula2.

Contoh larutan elektrolit lemah adalah semua asam lemah dan basa lemah.....asam adalah yang menghasilkan/melepas H+ dan basa yang menghasilkan OH- atau menangkap H+

misalnya :

 


kekuatan elektrolit lemah ditentukan oleh derajad dissosiasinya.....yang dirumuskan :




maka berdasarkan rumus di atas untuk mendapatkan jumlah zat mengion dilakukan dengan cara mengalikan jumlah sat mula2 dengan derajat dissosiasinya....semakin besar harga derajat dissosiasinya maka semakin banyak konsentrasi larutan yang terurai menjadi ion2ya (mengion)


Non Elektrolit

- tidak terionisasi
- tidak menghantarkan arus listrik
- lampu tidak menyala

Contoh :
C6H12O6 (amilum/karbohidrat), C12H22O11, CO(NH2)2 (Urea) dan C2H5OH (Alkohol/etanol), dll


Penyebab Larutan Elektrolit dapat Menghantarkan Listrik

Sebagai contoh larutan elektrolit adalah HCl....Larutan HCl di dalam air mengurai menjadi kation (H+) dan anion (Cl-). Terjadinya hantaran listrik pada larutan HCl disebabkan ion H+ menangkap elektron pada katoda dengan membebaskan gas Hidrogen (H2). Sedangkan ion-ion Cl- melepaskan elektron pada anoda dengan menghasilkan gas klorin (Cl2).

Perhatikan gambar berikut.


Hubungan Elektrolit dengan Jenis Ikatan Kimia

Jika diperhatikan lebih teliti dari jenis ikatannya, larutan elektrolit ada yang berasal dari ikatan ionik dan ada juga yang berasal dari ikatan kovalen polar....Sebagai contoh larutan NaCl dan NaOH berasal dari senyawa ion, sedangkan HCl, CH3COOH, NH4Cl berasal dari senyawa kovalen (tentang jenis2 akan saya bahas dalam artikel tersendiri)

Daya Hantar Listrik Senyawa Ion :
Dapatkah Anda membedakan daya hantar listrik untuk garam pada saat kristal, lelehan dan larutan?

NaCl adalah senyawa ion, jika dalam keadaan kristal sudah sebagai ion-ion, tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan rapat dan kuat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi dalam keadaan kristal (padatan) senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi jika garam yang berikatan ion tersebut dalam keadaan lelehan atau larutan, maka ion-ionnya akan bergerak bebas, sehingga dapat menghantarkan listrik.
Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam air, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul air dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan.

NaCl (s) + air  ---> Na+(aq) + Cl-(aq)


Daya Hantar Listrik Senyawa Kovalen

Senyawa kovalen terbagi menjadi senyawa kovalen non polar misalnya : F2, Cl2, Br2, I2, CH4 dan kovalen polar misalnya : HCl, HBr, HI, NH3. Dari hasil percobaan, hanya senyawa yang berikatan kovalen polarlah yang dapat menghantarkan arus listrik. 

Bagaimanakah hal ini dapat dijelaskan?

Kalau kita perhatikan, bahwa HCl merupakan senyawa kovalen di atom bersifat polar, pasangan elektron ikatan tertarik ke atom Cl yang lebih elektro negatif dibanding dengan atom H. Sehingga pada HCl, atom H lebih positif dan atom Cl lebih negatif.

Struktur lewis:


Jadi walaupun molekul HCl bukan senyawa ion, jika dilarutkan ke dalam air maka larutannya dapat menghantarkan arus listrik karena menghasilkan ion-ion yang bergerak bebas. Jadi ikatan kovalen polar di dalam air mampu terurai menjadi ion2 penyusunnya.

Apakah HCl dalam keadaan murni dapat menghantarkan arus listrik? 

Karena HCl dalam keadaan murni berupa molekul-molekul tidak mengandung ion-ion, maka cairan HCl murni tidak dapat menghantarkan arus listrik. namun dalam kenyataannya karena HCl berbentuk cair tidak ada HCl yang benar2 murni 100% sehingga HCl dan ikatan kovalen lainnya yang berbentuk cair bukannya tidak dapat menghantarkan listrik namun sukar dalam menghantarkan listrik.

Untuk dapat membedakan larutan elektrolit ionik dan kovalen perhatikanlah contoh2 di bawah ini :

 
Cara Menentukan Kekuatan Larutan Elektrolit

kekuatan larutan elektroit ditentukan oleh beberapa faktor :

  • Jenis larutan elektrolit, tentu saja elektrolit kuat dalam konsentrasi yang sama atau hampir sama mempunyai kekuatan jauh lebih besar jika dibanding larutan nonelektrolit. Sebab dalam larutan non elektrolit lemah hanya sebagian kecil larutan yang terurai menjadi ion2nya (misal dengan derajat dissosiasi = 0,00001 berarti yang terurai hanya  0,001% dari total konsentrasinya) sedangkan larutan elektrolit kuat hampir semuanya terurai (100% dari konsentrasi terurai)
  •  Kadar/Konsentrasinya, bila sama jenisnya (sama2 elektrolit lemah atau sama2 elektrolit kuat) kekuatan larutan elektrolit ditentukan oleh konsentrasinya...semakin besar konsentrasi maka semakin besar kekuatannya. karena semakin banyak yang mengion.
  • Jumlah ion yang terbentuk per molekul, konsentrasi larutan bukan satu2nya faktor yang mempengaruhi kekuatan larutan elektrolit....jumlah ion yang terbentuk per molekul pun juga punya pengaruh. sebagai contoh coba kalian perhatikan reaksi penguraian KCl dan CaCl2 pada contoh penguraian sebelumnya....dalam reaksi tersebut tiap satu molekul KCl menghasilkan 2 ion yaitu  satu ion K+ dan satu ion Cl- sedangkan dalam reaksi penguraian CaCl2 menghasilkan satu ion Ca+ dan dua ion Cl-....sehingga total Kcl menghasilkan 2 ion dan CaCl menghasilkan 3 ion.
misalnya :

Bandingkan kekuatan 0,3 K KCl dengan  0,2 M CaCl...?
Jawab :
Karena keduanya merupakan elektrolit kuat maka konsentrasi dan jumlahion per molekol lah yang menentukan...
Konsentrasi Ion pada KCl = 0,3 M.2 ion = 0,6 M
Konsentrasi Ion CaCl2 = 0,2 M.3 ion = 0,6 M

berarti kekuatan elektrolit kedua laratan tersebut sama....


Minggu, 14 Agustus 2011

Basket

BOLA BASKET

Bola basket berasal dari Amerika Serikat. Permainan ini diciptakan ole James A Naismith pada tahun 1891. Ternyata, permainan bola basket berkembang pesat ke seluruh dunia. Pada tahun 1924, bola basket pertama kali didemontrasikan pada Olimpiade di paris. Pada tanggal 21 Juni 1932 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, direktur sekolah olahraga di Jenewa, diadakan konferensi Bola basket. Dalam konferensi tersebut terbentuklah federasi bola basket internasional yang diberi nama Federation Internationale De Basket Ball Amateur (FIBA).
Pada tahun 1936 untuk pertama kalinya bola basket dipertandingkan di Olimpiade di Jerman, yang dikuti oleh 21 negara. Bola basket masuk ke Indonesia setelah perang dunia ke-2, yang dibawa oleh para prantau Cina. Pada PON I di Solo, bola basket termasuk cabang yang dipertandingkan. Pada tahun 1953, PERBASI diterima menjadi anggota FIBA. Pada tahun 1955 kepanjangan PERBASI dirubah menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.
Bola Basket dimainkan oleh 2 regu, putera maupun puteri, yang masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain. Permainan ini bertujuan untuk mencari nilai sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke keranjang pada papan pantul lawan dan mencegah lawan untuk mendapatkan angka atau nilai. Bola dapat dimainkan dengan cara mendorong bola, memkul bola dengan telapak tangan terbuka, melemparkan bola atau menggiring bola ke segala arah di dalam lapangan permainan. Bola basket termasuk jenis permainan yang kompleks gerakannya. Artinya gerakannya terdiri dari gabungan unsur-unsur gerak yang terkoordiansi dengan rapi. Agar dapat memainkan bola dengan efektif dan efisien maka diperlukan teknik gerakan yang sempurna. Teknik gerakan yang sempurna dapat menimbulkan efisiensi bermain dengan latihan yang teratur akan mendapatkan efektivitas teknis yang baik pula.
1. Lapangan dan Perlengkapan Permainan
a. Bentuk dan Ukuran Lapangan
Bentuk lapangan bola basket adalah persegi panjang. Permukaannya datar, keras dan bebas dari segala rintangan. Ukuran untuk turnamen resmi yang diselenggarakan oleh FIBA adalah panjangnya 28 meter dan lebar 15 meter, diukur dari bagian seelah dalam garis batas lapangan (Boundaru Ine). Apabila ada sesuatu hal sehingga ukuran seperti itu tidak dapat terpenuhi, maka ukuran lapangan boleh berkurang. Perubahan untuk panjang dan lebar harus seimbang. Lapangan permainan harus ditandai dengan garis-garis batas yang jelas.
Garis yang panjang disebut garis samping dan garis yang pendek disebut garis akhir (garis belakang). Masing-masing garis tebalnya 5 cm.

b. Peralatan (Equipment)
1) Papan Pantul
a) Kedua papan pantul dibuat dari bahan yang tembus panjang (Fiberglass) dan dibuat satu lapis dengan kekerasan yang sama dengan yang terbuat dari kayu setebal 3 cm. Boleh juga menggunakan bahan lain asalkan sesuai dengan spesifikasi tersebut di atas dan dicat putih.
b) Ukuran dari papan pantul tersebut adalah 1,80 meter horizontal dan 1,50 meter vertical dengan ketinggian 2,90 meter dari atas lantai.
c) Permukaan depan papan pantul harus datar, batasnya harus ditandai dengan garis setebal 5 cm. sebuah persegi panjang harus dibuat di belakang ring dengan ketentuan, ukuran sisi luar 59 cm horizontal dan 45 cm vertical. Sisi bawah bagian dalam persegi panjang harus sejajar dengan ring bagian atas.
2) Bola
a) Bola terbuat dari kulit, karet atau bahan sintetis lainnya.
b) Ola harus dipompa sehingga jika bola itu dijatuhkan ke lantai lapangan dari ketinggian kurang dari 1,80 meter diukur dari bagian bawah bola, maka bola tersebut akan memantul setinggi 1,40 meter diukur sampai bagian atas bola.
c) Berat bola minimal 567 gram dan maksimal 650 gram.

2. Teknik Permainan Bola Basket
Pada dasarnya, gerakan yang efisien adalah gerakan yang benar tanpa kehilangan tenaga yang sia-sia. Msalnya pada saat mendorong ke arah depan, maka semua otot bekerja ke arah depan tidak ada yang ke samping. Baik otot kaki, paha, badan, lengan maupun tangan. Dengan kata lain semua gerakan efisien adalah gerakan yang mengeluarkan tenaga sedikit mungkin tetapi menghasilkan daya kerja yang besar. Pada permainan bola basket, gerakan efektif dan efisien perlu didasarkan pada penguasaan teknik dasar yang baik. Teknik dasar permainan bola basket, antara lain sebagai berikut.
a. Teknik dasar melempar dan menangkap bola
Istilah melempar mengandung pengertian mengoper bola, sedangkan menangkap berate menerima bola. Kegiatan ini dapat berlangsung silih berganti secara berpasangan dan biasanya disebut operan. Apabila seseorang dalam posisi memegang bola, maka ia harus melempar bola. Sebaliknya, jika ia dalam posisi tidak memegang bola maka ia harus bersiap-siap untuk menerima atau menangkap bola. Operan meruakan teknik dasar yang pertama, sebab dengan operan pemain dapat melakukan gerakan mendekati ring basket) untuk kemudian melakukan tembakan.
Pada umumnya operan dapat dilakukan dengan cepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga bola dapat dikuasai oleh teman yang akan menerimanya. Operan juga dapat dilakukan secara lunak. Jenis operan tersebut akan bergantung pada situasi pada keseluruhan, yaitu kedudukan teman, situasi teman, timing, dan taktik yang digunakan. Operan yang terlau keras, mudah, dan tinggi akan menyulitkan teman dalam menerima bola.
Sehubungan dengan hal itu, maka untuk dapat melakukan operan dengan baik dalam berbagai situasi, pemain harus menguasai beberapa macam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Adapun teknik dasar melempar (passing) dengan bola basket adalah sebagai berikut:
1) Cara Memegang Bola
Memegang bola dalam bola basket adalah sekaligus menerima dan menangkap bola. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
a) Bola dipegang dengan telapak tangan seluruhnya mengenai bola
b) Letak tangan berada pada bagian samping bola agak sedikit kebelakang, jari-jari terbula, ibu jari menghadap ke dalam dan jarak ibu jari yang satu dengan ibu jari yang lain kira-kira berjarak satu telapak tangan
c) Pada waktu menerima operan hendaknya bola disambut dengan kedua tangan serta ditarik kearah dada.
2) Teknik Mengoper Bola
Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan dalam mengoper nola. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut:
a) Mengoper bola dengan kedua tangan dari depan dada (Chect pass)
Teknik ini merupakan operan yang sering dilakukan bola basket. Operan ini berguna untuk jarak pendek, karena cara in akan menghasilkan kecepatan, ketepatan, dan kecermatan terhadap teman yang diberi operan/bola.
Adapu jarak lemparan adalah 5 sampai 7 meter. Cara melaukan teknik adalah sebagai berikut:
(1) Bola dipegang sesai dnegan teknik memegang bola basket.
(2) Sikut dibengkokkan ke samping sehingga dekat dengan dada
(3) Kaki dapat dilaukan sejajar/kuda-kuda dengan jarak selebar bahu.
(4) Lutut ditekuk, badan condong ke depan dan jaga keseimbangan.
(5) Bola didorong ke depan dengan kedua tangan sambil meluruskan lengan dan diakhiri lengan lecutan pergelangan tangan sehingga telapak tangan menghadap keluar.
(6) Bagi yang belara digerakkan pelurusan dapat dibantu dengan melangkahkan salah satu kaki/kaki belakang ke depan.
(7) Arah operan setinggi dada/pinggang dan bahu penerima
(8) Bersamaan dengan gerak pelepasan bola, berat badan dipindahkan ke depan.
b) Lemparan bola dari atas kepala dengan dua tangan
Biasanya dilakukan oleh pemain yang tinggi, sehingga melampaui daya raih lawan. Lemparan ini juga untuk operan cepat. Cara melakukan:
(1) Bola dipegang sesuai degan teknik memegang bola basket hanya saja posisi permulaan bola di atas kepala sedikit di depan dahi dan siku agak ditekuk
(2) Bola dilemparkan dengan lekukan pergelangan tangan yang arahnya agak menyerong ke bawah disertai dengan meluruskan lengan
(3) Lepasnya bola dari tangan juga menggunakan jentikan ujung jari tangan
(4) Kaki berdiri tegak, tapi tidak kaku. Bila berhadapan lawan maka untuk mengamankan bola dapat dilakukan dengan meninggikan badan, yaitu dengan mengangkat kedua tumit.
Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan dalam melemparkan bola dari atas kepala dengan dua tangan antara lain :
(1) Dalam mengatur posisi bola di atas kepala, kedua siku tidak ditekuk. Seharusnya kedua siku tetap dalam keadaan ditekuk.
(2) Waktu melakukan operan, bola berada di belakang kepala. Seharusnya di atas dan agak ke belakang dari kepala.
(3) Tidak mengangkat tumit sehingga tidak melambungkan bola dengan bebas.

c) Lemparan pantulan dengan dua tangan
Lemparan pantulan dengan dua tangan dilakukan dalam posisi bola di depan dada. Lemparan ini sangat baik dilakukan untuk menerobos lawan yang tinggi. Bola dipantulkan di samping kiri atau kanan lawan dan teman telah siap menerimanya di belakang lawan. Lemparan ini harus dilakukan dengan cepat, agar tidak tertahan atau terserobot lawan. Lemparan pantulan juga dapat dilakukan dengan jalan menipu lawan ke samping kanan, padahal bola dilemparkan ke kiri atau sebaliknya. Cara melakukannya:
(1) Sikap permulaannya sama dengan operan dada setinggi dada
(2) Bola dilepaskan/didorong dengan tolakan dua tangan menyerong ke bawah dari letak badan lawan dengan jarak kira-kira 1/3 dari penerima
(3) Pandangan mata kearah bola yang dipantulkan, kemudian ke penerima
(4) Bila berhadapan dengan lawan, maka sasaran pantulan bola berada di samping kanan/kiri kaki lawan.
d) Lemparan samping dengan satu tangan
Sebelum melemar bola tetap dipegang dengan dua tangan. Lemparan ini gerkannya lebih sederhana tetapi dapat menghasilkan lemparan yang lebih kuat da lebih jauh. Lemparan ini biasa dilakukan untuk serangan kilat. Cara melakukannya sebagai berikut:
(1) Bola dipegang dengan satu tangan dan posisi bola berada di belakang kepala, aitu kira-kira setinggi telinga ke ara luar.
(2) Kaki yang berlawanan dengan angan yang digunkaan untuk melempar ereltak di depan dan mengarah kepada penerima bola dengan sikap rileks.
(3) Badan dicondongkan ke belakang sewaktu mengambil awalan. Tangan yang tidak digunakan untuk melempar agak direntangkan untuk menjaga keseimbangan
(4) Tangan yang digunakan untuk melempar diayunkan ke depan dengan lecutan pergelangan angan
(5) Bola diarahkan setinggi dada penerima.
e) Lemparan lengkung samping (kaitan)
Lemparan ini adalah senjata yang ampuh untuk pemain yang berpostur pendek dalam mengoperkan bola melewati di atas lawan yang jauh lebih tinggi. Lemparan ini dapat digunakan dalam situasi-situasi yang sulit yang timbul akibat penjagaan yang ketat dari lawan, sedangkan operan lain sulit dilakukan. Oleh sebab itu, lemparan ini hanya dilakukan pada situasi-situasi khusus dan hanya diajarkan pada saat operan-operan lain sudah dikuasai. Cara melakukannya sebagai berikut:
(1) Posisi berdiri sama dengan lemparan dada, perbedaannya pada lemparan dari depan dada, sasaran berada di depannya, sedangkan pada lemparan ini sasaran berada di samping yang berlawanan dengan bola. Bila bola berada di samping kanan, maka penerima berada di sisi kiri.
(2) Bola dipegang dengan tangan kanan yang rileks (lentur) ke bawah. Mulai jari kelingking sampai ibu jari dan hampir seluruh telapak tanga ikut aktif memegang bola.
(3) Kaki kiri lebih ke depan dari posisi kaki kanan, dan berada berdiri dalam jarak yang paling rileks serta menjaga keseimbangan
(4) Sewaktu bola masih berada di bawah, tangan kiri meantu secukupnya agar bola tidak jatuh dan mengantarkanya sesaat sebelum bola meninggalkan tangan kanan.
(5) Ayunkan lengan yang memegang bola dengan rileks lurus samping anan agak ke belakang, ke atas kir poros bahu kanan. Setelah bola hampir di atas sisi kanan kepala, lengan agak ditekuk dan digerakkan kearah kiri (paralel dengan bahu kiri). Pada saat itu juga, pergelangan tangan dan jari dilekukkan, sehingga mengakibatkan bola meninggalkan tangan menuju ke samping badan.
f) Lempaan bawah dengan dua tangan
Lemparan ini adlaah sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat, terutama bila lawan melakukan penjagaan satu persatu. Cara melakukan:
(1) Bola dipegang dengan telapak tangan memenuhi bagian kedua saping bola, jari dipisahkan dan letuk, serta ibu jari menghadap ke bawah agak ke dalam.
(2) Bola ditarik sedikit ke samping pinggang kiri bila kaki kanan berada di depan dan ke samping pinggang kanan bila kaki kiri berada di depan
(3) Kaki yang berlawanan dengan letak bola diletakkan di depan dan digunakan untuk menutup lawan agar tidak mudah merebut bola
(4) Operan dilakukan dengan ayunan kedua lengan bawah
(5) Bola terlepas setinggi antara pinggang dan sekat rongga dada.
3) Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Menggiring bola adalah salah satu cara yang diperbolehkan dalam peraturan untuk membawa lari bola ke segla arah. Seorang pemain bola membawa bola lebih dari satu langkah asalkan bola sambil dipantulkan baik dengan berjalan atau berlari. Menggiring bola adalah suatu usaha membawa bola menuju ke depan ke daerah lawan. Cara menggiring bola yang dibenarkan adalah dengan satu tangan, yaitu tangan kiri atau kanan. Kegunaan menggiring bola adalah untuk mencari peluang serangan, menerobos pertahanan lawan dan memperlambat tempo perlawanan. Adapun bentuk-bentuk menggiring bola antara lain sebagai berikut:
a) Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan)
b) Menggiring bola rendah (untk mengontrol/menguasai bola, terutama dalam menerobos pertahanan lawan).
c) Menggiring campuran menurut kebutuhan
Perubahan dari menggiring tinggi ke rendah atau sebaliknya sangat dibutuhkan untuk gerakan tiba-tiba. Cara melakukannya adalah sebagai berikut:
(1) Menggiring bola dengan kedua tangan rileks. Tangan kanan di atas bola tangan kiri di bawah bola menjadi tempat meletakkan bola
(2) Salah satu kaki ke depan berlawanan dengan tangan yang melakukan dribbling bola dan lutut ditekuk
(3) Badan agak condong ke depan dan berat badan di antara dua kaki
(4) Bola dipantulkan bukan dipukul, yaitu pada saat bola ke atas, tangan agak mengikuti ke atas, pergelangan tangan tidak kaku dan sikut merupakan sumbu gerakan.
(5) Pandangan ke dpean tetapi untuk pemula boleh melihat ke depan
(6) Dapat dilakukan di atas dikuasai, maka dilanjutkan menggiring sambil berlari ke depan
(7) Kombinasikan antara mengoper, menggiring dan menembak dengan gerakan yang cepat.
4) Teknik Menembak Bola Basket
Menembak adalah sasaran aktif setiap bermain. Keberhasilan suatu regu dalam permainan selalu ditentukan oleh keberhasilan dalam menembak. Dasar-dasar dan teknik menembak seebanrnya sama dengan teknik melempar atau mengoper (passing), maka pelaksanaan teknik menembak bagi pemain tersebut akan sangat mudah dan cepat dilakukan. Disamping itu tepat tidaknya teknik ini dalam menembak akan menentukan pula berhasil tidaknya tembakan.bentuk-bentuk teknik gerakan menembak, antara lain sebagai berikut:
a) Tembakan sau tangan di atas kepala
Ini merupakan teknik utama sebab kecepatan menembak lebih terjamin dan koordinasi serta lebih mudah dikuasai bila dibandingkan dengan tembakan dengan dua tangan. Cara melakukannya :
(1) Kedua kaki sejajar/sikap kuda-kuda. Apabila menggunakan kuda-kuda, maka kaki yang di depan sesuai dengan tangan yang digunakan untuk menembak.
(2) Bola dipegang dengan dua tanga di atas kepala sedikit di depan dahi. Siku lengan kanan (tangan untuk menembak) menunjukkan sudut 90o.
(3) Tangan kiri meninggalkan bola, telapak tangan diputar menghadap ring, dan sikut tetap letuk (rileks) serta badan lurus menghadap sasaran.
(4) Lutut ditekuk agak dalam untuk mengambil awalan, siku tetap membentuk sudut 90o dan lengan mengikuti gerak kaki.
(5) Kaki depan diluruskan bersamaan dengan meluruskan lengan kanan ke depan sehingga lengan membentuk sudut 45o dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan hingga jari-jari menghadap bawah.


b) Tembakan Lay Up
Merupakan tembakan yang dilakukan dengan jarak dengan dekat sekali dari basket, sehingga seolah-olah bola itu diletakkan ke dalam basket. Tembakan ini bisanya didahului dengan gerakan dua langkah. Gerakan melangkah dapat dilakukan mulai dari menerima operan/ menggiring. Gerakan dengan dua hitungan ini perlu sekali dilatihan dan diajarkan dengan cermat, apalagi bila melagkahkan dua hitungan ini diakhiri dengan tembakan La Up.
Tembakan Lay Up dapat dilakukan dari sisi kanan/kiri basket. Catatan penting dalam tembakan ini adalah pemain yang melakukan Lay Up dari sisi kanan menggunakan tangan kanan dan sebaliknya. Tolakan kaki pun harus berlawanan, jika tolakan dengan kaki kiri maka tembakan oleh tangan kanan atau sebaliknya.
c) Latihan menangkap bola dilanjutkan menembak Lay Up. Cara melakukannya
(1) Sikap Awal
(a) Pemain bergerak menangkap bola sambil melayang dan melompat ke depan
(b) Tangkapan dilakukan dengan tangkapan dua tangan
(2) Pelaksanaan
(a) Begitu mendatar lakukan satu langkah pendek ke depan, kemudian menolak ke atas sambil mengangkat bola dari depan ke atas. Pandangan jangan sampai tertutup bola.
(b) Setelah mencapai titik lompatan tertinggi, tembaklah bola ke basket dengan satu tangan dibantu dengan lecutan dari pergelangan tangan
(c) Lalu mendarat di bawah ring basket dengan kedua kaki mengeper.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan tembakan Lay Up adalah sebagai berikut :
(1) Langkah pertama terlalu tinggi
(2) Menerima bola tidak dengan sikap melayang
(3) Pada saa melepaskan ola tidak dengan menggunakan kekuatan yang besar. Ini dsebabkan karena pada waktu melepaskan bola tidak saat berenti di udara/ lengan tidak diluruskan, sehingga memungkinkan timbulnya pantulan yang berlebihan.
(4) Pada saat-saat melayang kai tidak lemas bergantungan, tetapi aktif digerakkan.

d) Tembakan meloncat dengan dua tangan (Jump Shoot)
Cara melakukannya sama dengan tembakan dengan satu tangan di atas kepala. Bedanya, dalam tembakan sambil meloncat didahului dengan loncatan tegak lurus ke atas dan bola dilepaskan pada saat menembak sampai pada titik tertingginya/saat dia berhenti di atas ada waktu di atas kaki lemas bergantung. Cara melakukannya:
(1) Kedua kaki sejajar/sikap kuda-kuda. Apabila menggunakan sikap kuda-kuda kaki yang di depan sesuai dengan tangan yang digunakan untuk menembak
(2) Bola dipegang dengan dua tangan di atas kepala sedikit di depan dahi. Siku lengan kanan (tangan untuk menembak) membentuk sudut 90o
(3) Tangan kiri meninggalkan bola dengan telapak tangan kanan diputar menghadap basket. Badan tetap rileks dan lurus menghadap sasaran
(4) Lutut ditekuk agak dalam untuk mengambil awalan, siku tetap membentuk sudut 90o serta lengan mengikuti gerak kaki.
(5) Kaki depan diluruskan bersamaan dengan meluruskan lengan kanan depan atas, hingga lengan membentuk sudut lebih kurang 45o dan diakhiri dengan lecutan pergelangan tangan hingga jari-jari menghadap bawah.
(6) Tembakan diawali dengan loncatan agak lurus ke atas dan bola dilepaskan pada saat penembak sampai pada titik tertingginya/saat dia berhenti di atas. Pada waktu di atas kaki lemas bergantung.
Kesalahan-keslaahan yang sering terjadi pada saat melakukan tembakan sambil melompat adalah sebagai berikut:
(1) Loncatan tidak tegak lurus
(2) Bola dilepaskan pada saat bola naik/ bergerak ke atas
(3) Posisi memegang bola buka di depan atas kepala, melainkan di bahu
(4) Ketika melayang kedua tungkai dan kaki di gerak-gerakan.

e) Tembakan Kaitan
Tembakan ini merupakan sejata yang ampuh untuk penyerangan jarak dekat jika daerah lawan dijaga dengan ketat sekali. Dengan tembakan kaitan penembak tidak perlu mengambil sikap awal menghadap basket, tetapi dengan sikap miring/menyamping dari basket dan bola dilepaskan dari jarak yang jauh dari basket/penjaga, sehingga sulit untuk dibendung lawan. Sebaliknya tembakan kaitan dilakukan setelah pemain menguasai lemparan kaitan. Cara melakukannya.
(1) Ambil sika sorong ke ring basket. Bila menembak dengan tangan kanan maka kaki kiri lebih dekat dengan ring basket dan sebaliknya
(2) Sikap dan pegangan bola sama dengan sikap dan pegangan bola pada lemparan (operan) kaitan
(3) Saat mulai meggerakkan tangan kanan yang akan mengaitkan bola kaka bersamaan dengan itu badan sedikit condong kearah baset dan berat badan berpindah pada kaki kiri
(4) Saat bola di bawa ke atas kepala dengan sumbu gerak bahu dan gerakan sebidang dengan badan maka pandangan yang harus ke arah basket
(5) Pelepasan bola sama dengan pelepasan bola pada lemparan (operan) kaitan, hanya arahnya ke basket
(6) Kaki kanan bergerak karena gerak lanjutan.


f) Teknik dasar bertumpu satu kaki (Pivot)
Pivot adalah gerakan berputar ke seala arah dengan bertumpu salah satu kaki (kaki poros) pada saat pemain tersebut menguasai bola, sedangkan kaki yang dipindahkan dapat melewati depan atau belakang.
Gerakan pivot berfungsi untuk melindungi bola dari rebutan pemain lawan. Pemai yang berpostur tinggi yang ditempatka di sekitar ring basket lawa harus mahir melakukan pivot untuk menembak. Cara melakukan pivot adalah sebagai berikut:
(1) Sikap permulaan berdiri tegak kedua kaki dibuka lebar dengan salah satu kaki kanan/ kiri berada di depan dan kedua tangan memegang bola di depan dada
(2) Kaki belakang digerakka ke depan, ke samping atau ke belakang (digerakkan ke segala arah disesuikan dengan arah bola yang dikehendaki), sehingga badan berputar mengikuti arah pergerakan kaki.
(3) Setelah bola dirasa aman maka bola tersebut dapat dioperkan kepada teman yang bebas dari penjagaan lawan/ dapat pula langsung menembakkan ke ring basket lawan.
(4) Pada saat melakukan pivot bola selalu dalam keadaan siap jaga (bola dipegang di depan dada) agar bola tidak mudah direbut lawan.
Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada saat melakukan pivot adalah sebagai berikut:
(1) Kaki poros tergeser atau terangkat
(2) Arah berputar menghadap lawan.
5) Bermain bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi
Apabila telah menguasai teknik dasar permainan bola basket, maka dilanjutkan bermain dengan peraturan yang dimodifikasi. Permainan dilakkan dengan menggunakan lapangan bola basket dengan menggunakan teknik yang telah dipelajari.
Permainan bola basket dengan peraturan yang telah dimodifikasi dapat dilakukan jumlah siswa, misalnya 5 lawan lima atau lebih, dapat juga dilakukan dalam jumlah lebih sedikit. Semua bisa disesuaikan dengan penguasaan teknik dasar oleh siswa dan alokasi waktu yang tersedia. Peraturan yang digunakan antara lain.
a) Memainkan bola hanya dengan teknik yang telah dipelajari
b) Permainan dapat dilakukan dengan menggunakan setengah lapangan/ menggunakan satu ring baket. Ini disesuaikan dengan situasi dan kndisi serta alokasi wktu yang tersedia.
c) Lama waktu bisa disesuaikan, misalnya 2 x 10 menit atau 2 x 15 menit.
d) Penekanan bermain adalah kerja sama antarteman seregu dan menjungjung tinggi sportivitas. Ini merupakan teknik utama sebab kecrpatan menembak lebih terjamin dan koordinasi serta lebih mudah dikuasai bila dibandingkan dengan tembakan dengan dua tangan.

3. Peraturan Permainan Bola Basket
a. Pemain. Pemain Pengganti (Cadangan0, dan Pelatih (Players, Substituties and Coaches)
1) Regu-regu (team)
Dengan ketentuan banyak anggota setiap regu, maka terdapat dia alternative, yaitu sebagai beirkut :
(a) Tidak lebih dari 10 orang setiap regu yang memenuhi syarat untuk bermain 2 x 20 menit
(b) Tidak lebih dari 12 orang setiap regu yang memenuhi syarat untuk bermain 2 x 20 menit atau untuk turnamen dimana dalam setiap regu harus bermain lebih dari 3 pertandingan.
2) Pemain dan cadangan (pengganti)
a) Lima orang dari setiap regu berada dalam lapangan selama petandingan dan dapat diadakan pergantian pemain sesuai dengan ketentuan yang ada
b) Seorang pengganti menjadi pemain apabila wasit mengisyaratkan untuk memasuki lapangan/ apabila wasit mengisyarakan pergantian pemain
c) Seragam pemain memiliki ketentuan sebagai berikut :
(1) Baju kaos dalam satu regu berwarna sama baik bagian depan/belakang (yang bergaris-garis tidak diperbolehkan). Semua pemain (putra-putri) harus memasukkan baju kaosnya ke dalam celana selama pertandingan.
(2) Celana pendek dalam satu regu bewana sama, baik bagian depan/ belakang, tetap tidak perlu sama dengan kaos yang dikenakannya.
d) Kaos dari setiap pemain harus diberi nomor pada bagian depan/ belakang, dengan nomor yang jelas dan warna yang berbeda dengan warna kaosnya (seragam). Nomor-nomor itu harus dapat dilihat dengan jelas dan harus memenuhi criteria sebagai berikut:
(1) Nomor kaos di bagian belakang sekurang-kurangnya setinggi 20 cm
(2) Nomor kaos di bagian dpean sekurang-kurangnya setinggi 10 cm
(3) Lebar nomor tidak boleh kurang dari 2 cm
(4) Setiap regu harus menggunakan nomor dari 4 sampai 15
(5) Pemain dari regu yang sama tidak boleh menggunakan nomor sama.
e) Perlengkapan yang dikenankan untuk digunakan adalah sebagai berikut :
(1) Perlindungan bahu, lengan atas, paha dan kaki bagian bawah dari bahan yang tidak membahayakan pemain
(2) Pelindung lutut
(3) Pelindung hidung terbuat dari bahan keras
(4) Kacamata jika tidak menimbulkan bahaya bagi pemain lainnya
(5) Pita kepala berwarna polos maksimal selebar 5 cm dan terbuat dari bahan yang tidak keras, seperti plastik yang dapat dilipat atau karet.

3) Captain dan wewenangnya (Captais Duties and Powers)
a) Apabila seorang kapten mewakili regunya di lapangan, maka ia boleh menanyakan wasit untuk memperoleh informasi yang diperlukan
b) Apabila kapten meninggalkan lapangan untk alas an yang sah, pelatih harus memberitahukan kepada wasit nomor dari pemain yang akan bertindak sebagai pengganti kapten di lapangan selama dia absent.
c) Seorang kapten boleh bertindak sebagai pelatih
4) Pelatih dan wewenangnya (Coaches Duties and Powers)
a) Sekurang-kurangnya 20 menit sebelum pertandingan dimulai, setiap pelatih atau penggantinya harus menyampaikan kepada pencatat angka daftar nama nomor pemain/anggota regu yang akan bermain dalam pertandingan maupun nama kapten regu, pelatih dan asisten pelatih.
b) Hanya pelatih atau wasit yang boleh meminta Time Out
c) Hanya pelatih yang namanya tertulis di lembaran catatan angka yang diizinkan untuk tetap tinggal berdiri selama petandingan berlangsung.
b. Waktu pertandingan (playing time)
Lama waktu pertandingan adalah 2 x 20 menit atau 4 x 12 menit. Waktu istirahat di antara babak petandingan adalah 10 menit atau 15 menit.
c. Time out yang diberikan (Charged time Out)
Time out harus diberikan berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk pertandingan dengan waktu 2 x 20 menit, kesematan time out pada babak pertama 2 kali, babak kedua3 kali dan setiap babak tambahan adalah satu kali.
2) Untuk pertandingan dnegan waktu 4 x 12 menit, kesempatan time out pada tiap-tiap babak (periode) selama permainan berlangsung adah 3 kali dan untuk tiap babak tambahan adalah 1 kali.
3) Time out diberikan pada pelatih regu yang memintanya, kecuali jika time out itu diberikan menyusul angka dicetak dari lapangan oleh regu lawan dan tanpa ada kesalahan apa-apa.
4) Selama time out, pemain diizinkan untuk meninggalkan lapangan dan duduk di regu dan orang-orang yang diperbolehkan berada di daerah bangku regu boleh masuk ke lapangan asalkan meeka tetap berada di sekitar bangku regu.
5) Time out dimulai saat wasit meniup peluitnya dan memberikan isyarat time out
6) Time out berakhir apabila wasit meniup peluitnya dan memanggil kedua regu memasuki lapanga permainan.
d. Peraturan pemainan (Playing Regulations)
1) Awal pertandingan (Beginning Of The Game)
a) Pertandingan tidak boleh dimulai jika salah satu regu belum berada di lapangan dengan 5 pemain yang siap untuk bermain
b) Pertandingan resmi dimulai saat wasit yang memegang bola melangkah ke lingkaran tengah untuk melaksanakan Jump Ball (Bola Loncat)
2) Kedudukan bola (Status of he Ball)
a) Bola berada dalam permainan pada saat berikut:
(1) Bola dilepaskan dari tangan wasit
(2) Pada saat lemparan bebas, wasit memberikan bola kepada pemain yang akan melaksanakan lemparan ebbas
(3) Pada saat lemparan ke dalam (Throw In) dari luar garis bebas, bola berada di tangan pemain yang akan melaksanakan lemparan bebas.
b) Bola menjadi mati pada saat berikut :
(1) Terjadi gol atau lemparan bebas yang sah
(2) Wasit meniup peluitnya ketika bola berada dalam permainan
(3) Secara jelas bola tidak akan masuk ke jaring pada saat melakukan tembakan bebas
c) Bola loncat (Jump ball)
(1) Bola loncat terjadi apabila wasit melakukan lemparan bola ke atas di antara kedua pemain dari kedua regu
(2) Agar bola loncat itu sah, maka bola harus ditepis dengan tangan oleh seorang atau dua pemain yang melakukan loncatan
(3) Bola loncat harus dilakukan di lingkaran tengah diantara dua pemain dari masing-masing regu yang ditunjuk oleh kapten regu
(4) Peloncat hanya boleh meepis bola 2 kali dan setelah itu tidak boleh menyentuh bola sampai bola tersebut disentuh oleh seorang pemain dari 8 pemain lainnya, atau telah jatuh ke lantai, menyentuh jaring dan menyentuh papan pantul. Dengan demikian ada 4 kali kemungkinan sentuhan oleh kedua peloncat pada saat loncat berlangsung
(5) Pada saat bola loncat, kedelapan pemain lainnya tetap berdiri di luar lingkaran sampai bola ditepis
(6) Bila bola tidak ditepis oleh seorang atau kedua peloncat, atau bola menyentuh lantai pada tanpa ditepis oleh seorang atau kedua peloncat maka bola loncat harus diulang

Voli

PENGERTIAN BOLA VOLI
1. Pengertian Bola Voli
Permainan bola voli cukup dikenal di Indonesia. Bola voli dimainkan oleh dua regu yang tiap regu terdiri atas enam pemain. Tiap regu berusaha menempatkan bola di daerah lawan agar mendapat angka (point). Regu yang pertama mencapai anggka 25 adalah regu yang menang.
2. Peraturan Permainan Bola Voli
Regu
1) Komposisi dan registrasi
a) Satu regu terdiri maksimal 12 pemain, seorang pelatih (coach), seorang asisten pelatih, seorang trainer, dan seorang dokter medis.
b) Pemain libero
1) Setiap regu berhak untuk mendaftarkan satu pemain khusus bertahan (defensive player) “Libero” antara 12 pemain yang terdaftar.
2) Pemain libero harus terdaftar pada lembaran angka, dan di belakang namanya huruf “L”. Nomornya harus juga tercatat pada daftar posisi pada setiap permulaan set.
3) Hanya pemain yang terdaftar pada lembaran angka yang boleh ikut serta dalam pertandingan.
4) Setelah kapten regu dan pelatih menandatangani lembaran angka, maka para pemain yang telah terdaftar tidak boleh diganti.
Perlengkapan Para Pemain
1) Perlengkapan
a) Perlengkapan pemain terdiri atas baju, celana penduk, dan sepatu olah raga.
b) Baju, celana pendek, dan kaos kaki harus seragam, bersih dan berwarna sama untuk satu regu, kecuali pemain libero.
c) Sepatu harus ringan dan lentur dengan sol dari karet atau kulit tanpa hak.
d) Nomor baju
1) Baju pemain harus dari 1 sampai dengan 18.
2) Nomor harus ditempatkan pada bagian tengah depan dan belakang.
3) Nomor harus berwarna kontras dengan baju, berukuran 15cm pada bagian dada dan 20cm pada bagian punggung. Lebar garis yang membentuk nomor minimal 2cm.
2) Benda dan seragam yang terlarang
a) Pemain dilarang memakai benda-benda yang memungkinkan terjadinya luka-luka, seperti perhiasan, peniti, gelang, pembalut dari gips dan lainnya.
b) Para pemain boleh memakai kaca mata dengan risiko sendiri.
c) Pemain dilarang memakai seragam tanpa nomor yang resmi atau warna yang berbeda dari pemain seregunya, kecuali pemainlibero.
3. Teknik Dasar Bola Voli
Teknbik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal.
Hak dan Tanggung Jawab Pemain
1) Tanggung jawab pokok
a) Pemain harus mengetahui peraturan permainan dan mematuhinya.
b) Pemain harus menerima keputusan-keputusan wasit dengan perilaku yang sportif tanpa membantahnya. Dalam hal ini yang meragukan, kapten tim berhak meminta penjelasan dari wasit.
c) Pemain harus memiliki rasa hormat dan sopan dengan semangat “Kejujuran dan Kesatriaan” (Fair play), tidak hanya kepada wasit, tetapi juga terhadap petugas lainnya, regu lawan, regunya sendiri dan penonton.
d) Pemain dilarang melakukan kegiatan atau sikap yang bertujuan mempengaruhi keputusan wasit atau menutupi kesalahan dari regunya.
e) Pemaindilarang melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memperlambat permainan.
f) Baik kapten regu maupun pelatih bertanggung jawab atas tingkah laku dan disiplin anggota regunya.
2) Kapten
a) Yang dilakukan kapten regu sebelum pertandingan
(1) Menandatangani lembaran angka
(2) Mewakili regunya dalam undian
b) Selama pertandingan, saat kapten regu berada di lapangan berfungsi sebagai kapten permainan. Kapten permainan berhak untuk berbicara dengan wasit sewaktu bola diluar permainan.
Tujuannya adalah :
(1) Meminta penjelasan tentang penafsiran dari penerapan peraturan. Dia juga dapat menyampaikan usul atau pernyataan sereunya kepada wasit yang bersangkutan.
(2) Hak untuk :
(a) Mengganti seragam atau perlengkapan
(b) Menjelaskan posisi regunya
(c) Mengecek lantai, net, bola dan sebagainya.
(d) Penghentian permainan secara resmi.
(3) Penghentian permainan secara resmi.
c) Pada akhir suatu pertandingan
(1) Kapten regu berterima kasih kepada wasit dan menandatangani lembarang angka untuk mengesahkan hasil pertandingan.
(2) Jika sebelumnya dan tidak sepaham dengan penjelasan wasit pertama, maka dia boleh memperkuat dengan protes tertulis pada lembaran angka.
Tujuan permainan bola voli adalah memperagakan teknik dan taktik memainkan bola di lapangan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan. Teknik dasar memainkan boal voli yang harus ditingkatkan keterampilannya adalah passing bawah, passing atas, smash atau spike, servis, dan bendungan (block).
a. Gerakan dasar tanpa bola
Gerakan dasar lokomotif yang menjadi landasan bagi pelaksanaan teknik dasar bola voli antara lain : (1) Gerakan dasar bergerak maju, (20 Gerak dasar bergerak mundur, (3) Gerak dasar bergerakn ke samping kiri/kanan, dan (4) Gerak dasar melompat.
b. Gerakan dasar dengan bola
Gerakan dasar tanpa bola dan dengan bola, pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam satu rangkaian gerakan. Gerakan dasar tanpa bola dilaksanakan sebagai persiapan untuk melakukan gerak dasar dengan bola. Gerak dasar dengan bola meliputi servis, oper (passing), umpan (set-up), smash (spike), dan bendungan (block).
1) Servis
Servis adalah tindakan memukul bola oleh seorang pemain belakang yang dilakukan dari daerah servis, langsung ke lapangan lawan. Servis merupakan aksi untuk memasukkan bola ke dalam permainan. Keberhasilan suatu servis tergantung pada kecepatan bola, jalan dan putaran bola serta penempatan bola ke tempat kosong, kepada pemain garis belakang kepada pemain yang melakukan perpindahan tempat.
Cara melakukan servis bawah : berdiri di belakang garis belakng lapangan. Bola dipegang dengan tangan kiri. Saat bola pada ketinggian pinggang lalu pukul. Setelah memukul bola langsung masuk lapangan.
Servis mengapung (floating overhand service) :
Floating servis adalah jenis servis yang jalannya bola dari hasil pukulan servis itu tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang).
Cara melakukan Floating overhand change-up service :
Berdiri di daerah servis menghadap lapangan, kaki kiri di depan dan kaki kanan dibelakang. Bola dilambungkan di depan atas lebih tinggi dari pada kepala tangan kanan segera memukul bola pada bagian tengah belakang.
Cara melakukan overhand round-house service :
Berdiri menyamping net, posisi kedua kaki sejajar, tangan kiri memegang bola di depan badan, tangan kanan yang akan memukul bola menggenggam. Langkahkan kaki kiri kesamping, lambungkan bola di depan pundak kiri. Kemudian ayunkan lengan kanan dengan gerakann melingkar ke arah bola sambil memindahkan berat badan ke kaki kiri.
Cara melakukan jamping servis :
Berdiri di daerah servis dekat garis belakang menghadap ke net, kedua tangan memegang bola. Lambungkan bola setinggi lebih kurang 3 meter agak di depan badan. Kemudian merendah dengan menekuk lutut untuk awalan melompat setinggi mungkin, lalu bola dipukul setinggi mungkin seperti gerakan smash. Lecutkan pergelangan tangan secepat-cepatnya sehingga menghasilkan pukulan topspin yang tinggi agar bola secepat mungkin turun ke daerah lapangan bawah.
2) Passing
Passing dalam permainan bola voli adalah usaha atau upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk mengoperkan bola yang dimaikannya itu kepada teman seregu untuk dimainkan di lapangan sendiri.
Bentuk-bentuk teknik passing terdiri atas passing dan passing atas.
Taknik dasar mengumpan (Set-up) : (Gambar 3)
Mengumpan adalah suatu usaha ataupun upaya seorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya adalah untuk menyajikan bola yang dimainkannya kepada teman seregunya yang selanjutnya dapat melakukan serangan (smash) terhadap regu lawan.
Umpan yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut :
1) Bola harus melambung dengan tenang di daerah serang di lapangan sendiri.
2) Bola harus berada di atas jaring dengan ketinggian yang cukup agar dapat di-smash oleh smashe

bakteriofage


 



BEDA FASE LITIK DAN LISOGENIK


Perkembangbiakan virus
  • Virus selama reproduksi selalu berada di dalam tubuh organisme inang , karena ditubuh inang itulah dia mendapatkan seperangkat penyusun tubuhnya berupa kapsid yang tersusun atas protein yang tidak bisa susun sendiri yang hanya bisa diambil dari tubuh mahkluk hidup OK
  • Didalam proses reproduksi di dalam tubuh inang itu ada dua keputusan yang diambil berupa dua macam daur hidup, yaitu daur litik ataukah daur lisogenik.
DAUR LITIK
  • Daur hidup litik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan), fase infeksi (penetrasi), fase replikasi (sintesis), fase perakitan (pembebasan virus baru).dan fase lisis (fase penghancuran inang)
  • Fase ini dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi , mahkluk hidup sebagai inang yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya , Mati terkapar kemudian di tinggalkan virus
DAUR LISOGENIK
  • Daur hidup lisogenik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan), fase infeksi (penetrasi), fase pengabungan dan fase pembelahan.ini
  • Fase dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi , mahkluk hidup sebagai inang tetap hidup karena sel inang tetap kuat , antibody untuk melawan antigen virus kuat sehingga virus hanya membentuk Profage penyatuan DNA virus dan DNA inang
  • Sel Inang masih melanjutkan aktivitasnya dengan baik , mampu juga membelah diri , namun Profage masih berada yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya , Mati terkapar kemudian di tinggalkan virus didalam tubuh inang
  • Fase ini bisa berubah menjadi Litik ketika Profage mulai berulah karena sel inang daya antibody melemah sehingga terjadi penghancuran yang sama seperti litik yang berakhir dengan kematian Juga
Gambar : Daur Hidup Virus litik-lisogenik
DAUR LITIK

1. Fase Adsorbsi

Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri. Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor. Virus harus mengenali reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan.

2, Fase Infeksi (Penetrasi)

  • Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang.
  • Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus.
  • Setelah asam nukleat masuk ke dalam sitoplasma sel, tahap selanjutnya ditentukan apakah masuk ke dalam siklus litik atau siklus lisogenik.
  • Apabila virus masuk ke dalam siklus litik maka tahapan selanjutnya berturut-turut adalah replikasi, perakitan dan lisis sel bakteri.
  • Tetapi jika virus masuk ke dalam siklus lisogenik maka tahapan selanjutnya adalah pengabungan kedua macam asam nukleat (miliki virus dan milik sel inang), dan fase pembelahan.
3. Eklipase -Replikasi (sintesis)
  • Molekul DNA Virus dalam fase ini memulai fungsinya sebagai materi genetik, yaitu mensintesis protein yang berhubungan dengan struktur dan enzim virus.
  • Struktur virus pada fase ini mulai dibentuk, seperti struktur capsid, ekor dan serabut ekor.

4. Asembling - Fase Perakitan

  • Struktur tubuh virus setelah disintesis mulai dirakit menjadi struktur virus yang utuh sebagai virus-virus baru.
  • Setiap virus hasil perakitan memiliki struktur lengkap seperti virus pada umunya (memiliki capsid, ekor dan serabut ekor).

Fase lisis

  1. Virus-virus baru yang telah matang dan telah sempurna bentuk dan strukturnya akan keluar dari sel inang.
  2. Proses keluarnya virus-virus baru dengan cara merusak struktur sel (lisis) sehingga sel innag pecah dan virus-virus dapat keluar dari sel. virus-virus yang baru ini siap untuk menginfeksi sel inang lain.
  • Ingat - A-P-E-A-L (Biologigonz.blogspot.com)
DAUR LISOGENIK

1. Fase Adsorbsi

  • Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri.
  • Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor.
  • Virus harus mengenali reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan.

2, Fase Infeksi (Penetrasi)

  • Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang.
  • Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus.
  • Setelah asam nukleat masuk ke dalam sitoplasma sel, tahap selanjutnya ditentukan apakah masuk ke dalam siklus litik atau siklus lisogenik.
  • Apabila virus masuk ke dalam siklus litik maka tahapan selanjutnya berturut-turut adalah replikasi, perakitan dan lisis sel bakteri.
  • Tetapi jika virus masuk ke dalam siklus lisogenik maka tahapan selanjutnya adalah pengabungan kedua macam asam nukleat (miliki virus dan milik sel inang), dan fase pembelahan.
3. Fase Penggabungan -Pembentukan PROFAGE
  • Fase penggabungan dapat dialami oleh virus ketika memasuki siklus hidup lisogenik.
  • Setelah asam nukleat virus berhasil dimasukkan ke dalam oragnisme inang,
  • Selanjutnya asama nuklaet tersebut bergabung dengan DNA Kromosom organisme inang, dalam hal ini DNA Kromosom bakteri.
  • Penggabungan materi genetik ini bertujuan untuk menitipkan DNA atau RNA virus ke DNA Kromosom untuk selanjutnya ikut digandakan saat proses pembelahan sel. DNA Kromosom bakteri adalah DNA yang memiliki informasi genetik bakteri termasuk salah satunya adalah informasi perintah untuk melakukan pembelahan sel.
4. Fase pembelahan
  • Virus pada fase ini akan memanfaatkan proses pembelahan sel bakteri untuk penggandaan materi genetiknya yang sudah bergabung dengan DNA Kromosom.
  • Jika satu sel bakteri membelah menjadi dua bakteri (saat pembelahan biner), maka akan didapat dua sel bakteri yang masing-masing di dalamnya terdapat DNA virus.
  • Begitu juga seterusnya, dari dua sel bakteri tersebut akan tersu mengalami pembelahan dan jumlah DNA virus yang dihasilkan adalah sebanding dengan jumlah sel bakteri hasil pembelahan.
  • Jika jumlah DNA virus yang dibutuhkan sudah cukup, DNA virus akan memisahkan kembali dan virus akan masuk ke daur litik melalui fase sintesis (replikasi).
  • Akhir Cerita DAUR LISOGENIK ini akan berubah menjadi litik dengan pembentukan virus baru apabila inang tidak kuat sehingga profage menghancurkan inangnya .
Daur Litik
Daur Lisogenik
Berikut kami berikan perbedaan keduanya untuk konklusi .OK

PERHATIKAN SKEMA REPRODUKSI SEHINGGA SEMAKIN JELAS
Tipe litik
  1. adsorbsi, yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada daerah reseptor (penerima) yang khusus
  2. injeksi, yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang
  3. sintesis, yaitu DNA virus mengadakan replikasi diri menjadi banyak, kemudian mengadakan sintesis protein kapsid; terbentuklah DNA virus dan kapsid dalam jumlah banyak
  4. perakitan, yaitu dimasukannya DNA virus dalam kapsid; terbentuk 100 – 200 virus baru
  5. litik, yaitu sel inang mengalami lisis atau kejang sehingga virus-virus baru terhambur
2. Tipe lisogenik
  1. adsorbsi, yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada daerah reseptor (penerima) yang khusus
  2. injeksi, yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang
  3. pengabungan, yaitu DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri; DNA virus disebut profage
  4. pembelahan, yaitu jika sel bakteri membelah menjadi 2. DNA virus juga ikut dalam proses pembelahan itu sehingga setiap sel anak bakteri mengandung profage
  5. sintetis, yaitu DNA virus mereplikasi diri dan mensintesis protein kapsid
  6. perakitan, yaitu DNA virus masuk ke dalam kapsid
  7. litik, yaitu sel bakteri mengalami lisis (pecah) 
Siklus litik:
1. Waktu relatif singkat
2. Menonaktifkan bakteri
3. Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
Siklus lisogenik :
1. Waktu relatif lama
2. Mengkombinasikan materi genetic bakteri dengn virus
3. Terikat pada kromosom bakteri

Jumat, 12 Agustus 2011

Pengertian nasionalisme dan patriotisme


Pengertian Nasionalisme :
Secara etimologi : Nasionalisme berasal dari kata “nasional” dan “isme” yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna : kesadaran dan semangat cinta tanah air; memiliki kebanggaan sebagai bangsa, atau memelihara kehormatan bangsa; memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara; persatuan dan kesatuan
Menurut Ensiklopedi Indonesia : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya.
Nasionalisme dapat juga diartikan sebagai paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan negara (nation) dengan mewujudkan suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Bertolak dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nasionalisme adalah paham yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu yang harus diberikankepada negara dan bangsanya, dengan maksud bahwa individu sebagai warga negara memiliki suatu sikap atau perbuatan untuk mencurahkan segala tenaga dan pikirannya demi kemajuan, kehormatan dan tegaknya kedaulatan negara dan bangsa.

Ada 2 (dua) macam nasionalisme :
1. Nasionalisme dalam arti sempit : paham kebangsaan yang berlebihan dengan memandang bangsa sendiri lebih tinggi (unggul) dari bangsa lain. Paham ini sering disebut dengan istilah “Chauvinisme”. Chauvinisme pernah dianut di Italia (masa Bennito Mussolini); Jepang (masa Tenno Haika) dan Jerman (masa Adolf Hitler).
2. Nasionalisme dalam arti luas : paham kebangsaan yang meletakkan kesetiaan tertinggi individu terhadap bangsa dan tanah airnnya dengan memandang bangsanya itu merupakan bagian dari bangsa lain di dunia. Nasionalisme arti luas mengandung prinsip-prinsip : kebersamaan; persatuan dan kesatuan; dan demokrasi (demokratis).
Ada beberapa bentuk nasionalisme :
Nasionalisme kewarganegaraan (nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan (partisipasi) aktif rakyatnya
Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat.
Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik sebagai suatu yang alamiah yang merupakan ekspresi dari sebuah bangsa atau ras.
Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan tidak bersifat turun temurun seperti warna kulit, ras ataupun bahasa.
Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah Nazisme, Facisme, serta nasionalisme Turki kontemporer, dan sebagainya.
Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Misalnya, di Irlandia semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu Katolik; nasionalisme di India seperti yang diamalkan oleh pengikut partai BJP bersumber dari agama Hindu.
Pengertian Patriotisme :
Patriotisme berasal dari kata :
“Patriot” dan “isme” (bahasa Indonesia)’ yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa kepahlawanan.
“Patriotism” (bahasa Inggris), yang berarti sikap gagah berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
Patriotisme adalah sikap yang bersumber dari perasaan cinta tanah air (semangat kebangsaan atau nasionalisme), sehingga menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya.

Ada 2 (dua) bentuk Patriotisme :
1. Patriotisme Buta (Blind Patriotism) : keterikatan kepada bangsa dan negara tanpa mengenal toleran terhadap kritik, seperti dalam ungkapan : “right or wrong is my country” (benar atau salah, apapun yang dilakukan bangsa harus didukung sepenuhnya).
2. Patriotisme Konstruktif (Constructive Patriotisme) : keterikatan kepada bangsa dan negara dengan tetap menjunjung tinggi toleran terhadap kritik, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan bersama.
Perwujudan sikap patriotisme dapat dilaksanakan pada :
Masa Darurat (Perang) : Sikap patriotism pada masa darurat (perang) dapat diwujudkan dengan cara : mengangkat senjata, ikut berperang secara fisik melawan penjajah, menjadi petugas dapur umum, petugas logistik, menolong yang terluka, dsb.
Masa Damai (Pasca kemerdekaan) : Sikap patriotism pada masa damai dapat diwujudkan dengan cara : menegakkan hokum dan kebenaran, memajukan pendidikan, memberantas kebodohan dan kemiskinan, meningkatkan kemampuan diri secara optimal, memelihara persaudaraan dan persatuan, dsb.
Semangat kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme) dapat diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar dengan cara melalui :
Keteladanan;
Pewarisan;
Ketokohan.